Info Terkini
Rabu, 24 Jul 2024
  • Website berisi tulisan-tulisan Agus S. Saefullah beserta para penulis lainnya
20 Juni 2022

Pendidikan dalam Sudut Pandang Bupati Galuh Raden Adipati Aria Kusumadiningrat 

Senin, 20 Juni 2022 Kategori : Qolamunetizen / Sejarah

Indonesia sendiri pernah mengalami masa penjajahan oleh beberapa bangsa salah satunya adalah Belanda. Husudungan  (2021) dalam artikel yang berjudul Pelurusan Sejarah Mengenai Indonesia Dijajah Belanda 350 Tahun sebagai Materi Sejarah  Kritis Kepada Peserta Didik  Kelas  XI SMAN 1 Rupat  menyatakan bahwa Indonesia dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad. Pendapat tersebut berlainan dengan pendapat yang disampaikan oleh G.J Resink yang melakukan penelitian bersumber dari dokumen hukum serta perjanjian yang dimiliki kerajaan nusantara. Kemudian jika kita memperhatikan kedatangan Cornelis de Houtman yakni orang yang pertama kali datang ke nusantara dan mendarat di Banten pada tahun 1596 dan jika kita menghitung mundur 350 tahun dari 1945, maka awal mula penjajahan Belanda adalah pada tahun 1595 sedangkan nama Indonesia itu sendiri baru dikenal pada tahun 1850.

Berbicara mengenai pendidikan di era kolonial, tentunya dapat kita lihat dengan jelas bagaimana sistemnya. Mulai dari wanita yang dilarang sekolah, kaum pribumi yang dilarang sekolah kecuali mereka yang berasal dari keluarga bangsawan dan priyai. Pendidikan masa kolonial waktu tersebut tentunya menjamur ke berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya adalah Galuh.

Galuh mulanya adalah sebuah kerajaan yang terletak di kabupaten Ciamis pada masa sekarang, sampai akhirnya kerjaan Galuh berubah menjadi kabupaten Galuh dan memiliki bupati-bupati luar biasa dengan berbagai karakteristik kepemimpinannya.

Pendidikan di Indonesia juga tidak dapat terlepas dari adanya kebijakan Politik Etis yang dikeluarkan pemerintahan Belanda, Politik Etis adalah sebuah kebijakan yang memiliki tiga poin utama yakni pendidikan (edukasi), pengairan (irigasi) dan perpindahan penduduk (imigrasi). Maka dengan hal tersebut rakyat pribumi memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan meskipun terbatas.

Adapun beberapa jenis sekolah yang pernah berdiri sewaktu pemerintahan kolonial salah satunya Sekolah Rakyat atau volkschool, sekolah ini diperuntukan untuk rakyat biasa, rakyat mengenyam pendidikan selama tiga tahun dengan biayanya yang ditanggung oleh pemerintah setempat dan ditambah subsidi dari pemerintah pusat. Sekolah Rakyat didirikan pada tahun 1907 adapun pelajaran atau keahlian yang diajarkan adalah membaca, menulis dan berhitung. Di samping itu juga terdapat lembaga pendidikan yang didirikan oleh perorangan atau swasata, lembaga pendidikan swasta di Ciamis didirikan oleh Bale Pawulangan Pasundan.

Berbeda dengan rakyat biasa yang datang menemui gurunya untuk belajar, putra atau putri dari kalangan kerajaan atau kabupatian Galuh justru mendatangkan guru dan para ahli ke kerajaan untuk mengajarkannya berbagai ilmu seperti ilmu kesusatreaan. Herlina, dkk (2013) dalam bukunya yang berjudul Sejarah Kabupaten Ciamis menyatakan bahwa  seperti halnya bupati Galuh Raden Adipati Aria Kusumadiningrat yang mendatangkan seorang guru Belanda disebut juga dengan panggilan juffrouw  pada tahun 1870-an. Guru tersebut bernama J. A. Uilkens, beliau menggaji guru tersebut sebesar f. 200 perbulan. Karena J. A. Uilkens harus berpindah ke Surabaya yang disebabkan ada tugas lain yakni ia juga menjabat sebagai redaktur surat kabar, maka dari itu guru Belanda tersebut digantikan oleh guru pribumi, dan kemudian bupati juga mendatangkan guru Belanda baru yang bernama J. Bladergoen yang digajinya sebesar f.50 perbulan, guru tersebut mengajarkan keahlian membaca serta berbicara bahasa Belanda.

Bagi bupati Galuh sendiri pendidikan merupakan hal yang penting, hal ini tercermin dengan memberikan pendidikan sebaik mungkin untuk anaknya sebagai calon penerusnya yakni Raden Adipati Aria Kusumasubrata, beliau tidak disekolahkan di Galuh melainkan disekolahkan di Sumedang akan tetapi beliau kembali bersekolah di wilayah Galuh karena menderita sakit. Selain itu teman-teman dari Raden Adiapti Aria Kusumasubrata juga ikut belajar di wilayah kerajaan mereka tinggal di lingkup istana, kemudian Raden Kusumasubrata akhirnya bersekolah di Hoofdenschool yang ada di Bandung.

Pendidikan dalam kacamata Raden  Adipati Aria Kusumadiningrat dan Raden Adipati Aria Kusumasubrata adalah hal yang penting, melalui pendidikan dapat terjadi perubahan ataupun mobilitas vertikal, beliau juga menyadari bahwa sebagai bupati hendaknya memiliki ilmu pengetahuan yang luas agar dapat memimpin rakyatnya dengan baik dan dapat memenuhi tuntutan dari perkembangan zaman. Melalui pendidikan juga manusia dapat memperoleh pengetahuan, kekuasaan dan kekayaan.

Pada intinya beberapa hal yang dapat kita ambil dari hal-hal di atas adalah bahwa pendidikan merupakan hal yang penting, sebab melalui pendidikan dapat memungkinkan terjadi mobilitas vertikal, pendidikan juga penting dimiliki oleh semua orang bukan hanya pemimpin saja, sebab masa sekarang pemimpin dipilih oleh rakyat dan rakyat haruslah cerdas dalam memilih pemimpin, agar kelak tidak merasa dibodoh-bodohi, ketiga belajarlah dimanapun, dari siapapun dan kapanpun, karena hakikatnya ilmu dapat berasal dari mana saja bahkan dari hal-hal yang kita tidak duga sebelumnya.

Sumber: Herlina N, dkk. (2013). Sejarah Kabupaten Ciamis. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat

Hasudungan, A.N. (2021). PELURUSAN SEJARAH MENGENAI INDONESIA DIJAJAH BELANDA 350 TAHUN SEBAGAI MATERI SEJARAH KRITIS KEPADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 1 RUPAT. Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(3), 129-141.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

BUKU-BUKU

TULISAN AGUS S. SAEFULLAH
DAN KAWAN-KAWAN

Diterbitkan :
Hafidz Qur’an 4,5 tahun
“Tabarak seorang anak yang lahir pada tanggal 22 Februari 2003 dinyatakan lulus oleh penguji dari..
Diterbitkan :
Ulama Gila Baca
“Imam Nawawi dalam sehari mampu membaca 12 buku pelajaran di hadapan guru-gurunya” Kesaksian Abu Hasan..

Agenda Terdekat

Trik menjadi seorang penulis adalah menulis, lalu menulis dan terus menulis.

Galeri Pelatihan

Ahlan wa Sahlan

0 0 4 7 8 6
Total views : 10736
Salam Silaturahmi