Info Terkini
Rabu, 24 Jul 2024
  • Website berisi tulisan-tulisan Agus S. Saefullah beserta para penulis lainnya
15 Mei 2022

Berdamai dengan Diri Sendiri

Minggu, 15 Mei 2022 Kategori : Khazanah dan Hikmah / Qolamunetizen

Diawali, dengan sebuah kutipan seorang penulis yaitu Pramoedya Ananta Toer
“Pola pikir ini adalah pola pemikiran yang tidak adil sejak dalam pikiran”

Ya, betul sekali. Hari ini, setiap manusia, setiap pola pikir yang ada dibenak pikirannya terdapat nilai-nilai yang dapat diketahui maupun tidak diketahui dengan disadari maupun tidak disadari. Hal itu dapat membuat kita menjadi insan yang jauh dari makna rasa syukur, dengan kodrat dan segala hal yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita.

Setiap pola pikir manusia sudah diracuni oleh gemerlapnya informasi yang beredar dalam media massa (Internet,media cetak, media TV, dan lain-lain) tanpa disadari mata kita, otak kita menangkap informasi dan menelannya secara mentah-mentah. Dan membuat sebuah skema untuk menjustifikasi terhadap banyak hal sehingga membuahkan hasil “pemikiran yang tidak adil sejak dalam pikiran” (Pramodya Ananta Toer).

Seperti contoh halnya dalam sebuah iklan produk kecantikan yang disebarluaskan di media massa, yang mana menampilkan seorang yang memiliki paras cantik, kulit putih, hidung mancung dan diakhiri dengan embel-embel membeli produk tersebut, seolah-olah otak kita didoktrinasi bahwasannya standarisasi kecantikan itu seperti itu, harus memakai produk itu dan kita terobsesi untuk memakainya, dalam hal ini apakah dapat dikatakan standarisasi kecantikan? Tentu saja tidak, ini bukan hal yang dibakukan sepertihalnya aturan.

Sebuah peraturan yang menyatakan bahwa korupsi itu dilarang, Apabila melakukannya maka ia akan ditangkap dan dimasukan kedalam penjara, dalam konteks aturan ini sudah jelas bahwa orang yang melakukan tindakan tersebut adalah seorang koruptor (perilaku buruk), jadi setiap manusia tidak berhak menyatakan dan membuat statment membanding-bandingkan, “oh si A cantik dan si B jelek ” hal tersebut sangatlah tidak wajar.

Ada sebuah karya lukisan seorang pelukis, dan kemudian hasil karya tersebut dihina-hina oleh seorang oknum. Yang dihina karyanya, tapi apakah sang pelukis merasa tersinggung dan marah? Tentu saja, begitu pula dengan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya.

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya”.
(Qs. At-Tin ayat 4 ).

Tentuk saja kita ini spesial, sudah jelas dan termaktub dalam surat At-Tin Ayat 4 bahwa Allah menciptakan kita (manusia) itu dengan sebaik-baik bentuk, kodrat (fisik,kecerdasan,kemampuan berfikir, karakter,potensi dan sifat) yang allah berikan kepada kita, itu adalah sebuah anugrah. Tinggal kita sebagai manusia untuk mengoptimalkan dan mensyukuri apa yang telah allah berikan kepada diri kita.

Sebuah kutipan dalam buku Mike Robbins yang berjudul BE YOUR SELF berulang kali menyatakan bahwa:

“Setiap Manusia didunia ini terlahir otentik, tidak ada rupa maupun karakter dalam jiwa seseorang yang bisa diduplikat oleh orang, sekalipun kembar identik”.

Dalam hal ini, penulis meyakini bahwa setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan atau kelemahan masing-masing. Ada kelebihan yang dimiliki sedangkan di dalam diri orang lain tidak ada atau sebaliknya. Maka dari itu maksimalkan dan kembangkan potensi diri yang kita miliki, jangan terhasut atau terpancing oleh pembicaraan orang-orang terhadap kita. Toh kita sudah memiliki landasan yang kuat dalam diri kita yakni Qs At-Tin Ayat 4.

“Sulitnya untuk bisa mensyukuri apa yang kita miliki, jika dibiarkan akut maka akan mengkaibatkan banyak hal yang lebih buruk. Salah satunya adalah rasa minder yang berlebihan”, (Muthia Sayeketi dalam buku Berdamai dengan Diri Sendiri).

Percaya dan tetap semangat. Perjalanan hidup masih panjangan, masa depan dengan keindahan di ufuk timur telah menanti kita dengan bahagia. Tuhan selalu senantiasa menemani hambanya yang berikhtiar dengan diiringi lantunan puji-pujian (doa).

Kita tutup dengan nasehat yang disampaikan oleh Ust Hilman Fauzi dalam Ceramahnya,
Hidup ini mudah, yang sulit itu pikiran kita
Hidup ini lapang, yang sempit itu hati kita
Hidup ini murah, yang mahal itu gengsi kita

Terimakasih semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

BUKU-BUKU

TULISAN AGUS S. SAEFULLAH
DAN KAWAN-KAWAN

Diterbitkan :
Hafidz Qur’an 4,5 tahun
“Tabarak seorang anak yang lahir pada tanggal 22 Februari 2003 dinyatakan lulus oleh penguji dari..
Diterbitkan :
Ulama Gila Baca
“Imam Nawawi dalam sehari mampu membaca 12 buku pelajaran di hadapan guru-gurunya” Kesaksian Abu Hasan..

Agenda Terdekat

Trik menjadi seorang penulis adalah menulis, lalu menulis dan terus menulis.

Galeri Pelatihan

Ahlan wa Sahlan

0 0 4 7 8 6
Total views : 10736
Salam Silaturahmi