Bagaimana jika Al-Qur’an dibaca bukan hanya dengan akal, tetapi juga dengan rasa? Bagaimana jika pesan-pesan wahyu diterjemahkan ke dalam senandung yang indah, berbalut budaya lokal sarat makna?

Bagaimana jika Al-Qur’an dibaca bukan hanya dengan akal, tetapi juga dengan rasa? Bagaimana jika pesan-pesan wahyu diterjemahkan ke dalam senandung yang indah, berbalut budaya lokal sarat makna?

Bagaimana jika Al-Qur’an dibaca bukan hanya dengan akal, tetapi juga dengan rasa? Bagaimana jika pesan-pesan wahyu diterjemahkan ke dalam senandung yang indah, berbalut budaya lokal sarat makna?

Hariring Al-Qur’an: Gagasan Tafsir Sunda KH. Muh. Syarief Sukandi untuk Zaman Kini – Literasi untuk Bertumbuh
Info Terkini
Rabu, 21 Jan 2026
  • Website berisi tulisan-tulisan Agus S. Saefullah beserta para penulis lainnya
19 Januari 2026

Hariring Al-Qur’an: Gagasan Tafsir Sunda KH. Muh. Syarief Sukandi untuk Zaman Kini

Senin, 19 Januari 2026 Kategori :

Rp150.000

Judul : Hariring Al-Qur’an: Gagasan Tafsir Sunda KH. Muh. Syarief Sukandi untuk Zaman Kini
Penulis: Alfani Kamil, S.Ag.
ISBN : Dalam Antrian
Tahun Terbit: 2026
Cetakan: Pertama
Isi: Bookpaper 240 halaman
Cover: Softcover
Penerbit: CV. Rumah Literasi Publishing

Sinopsis Buku:

Bagaimana jika Al-Qur’an dibaca bukan hanya dengan akal, tetapi juga dengan rasa? Bagaimana jika pesan-pesan wahyu diterjemahkan ke dalam senandung yang indah, berbalut budaya lokal sarat makna?

“Hariring Al-Qur’an: Gagasan Tafsir Sunda KH. Muh. Syarief Sukandi untuk Zaman Kini” menghadirkan kajian mendalam atas karya monumental KH. Muh. Syarief Sukandi dalam bukunya “Hariring Wangsit Gusti Nu Maha Suci.” Sebuah tafsir unik yang dituangkan dalam bentuk guguritan Sunda yang memadukan keindahan sastra, kedalaman spiritual, dan kekayaan tradisi.

Tidak hanya mengurai metodologi penafsiran, buku ini juga memaparkan aspek sejarah KH. Muh. Syarief Sukandi sosok ulama sekaligus sastrawan yang melahirkan karya tersebut. Riwayat hidup dan latar pemikirannya menjadi pintu penting untuk memahami corak tafsir yang ia bangun. Dengan begitu, pembaca akan memperoleh gambaran yang lebih utuh, baik dari sisi metodologis maupun historis.

Buku ini mengajak pembaca merenungkan relevansi tafsir lokal bernuansa tradisi dengan tantangan Islam kontemporer. Dari sumber dan metode penafsiran, gaya bahasa puitis, hingga nilai-nilai sufistik dan budaya Sunda—semuanya dipaparkan dengan jernih dan sistematis. Apakah mungkin tafsir lokal bernuansa tradisi justru memberi jawaban bagi zaman modern? Temukan jawabannya dalam halaman-halaman buku ini.

Stok 100

Kategori:

Tulisan Lainnya

BUKU-BUKU

TULISAN AGUS S. SAEFULLAH
DAN KAWAN-KAWAN

Diterbitkan :
Hafidz Qur’an 4,5 tahun
“Tabarak seorang anak yang lahir pada tanggal 22 Februari 2003 dinyatakan lulus oleh penguji dari..
Diterbitkan :
Ulama Gila Baca
“Imam Nawawi dalam sehari mampu membaca 12 buku pelajaran di hadapan guru-gurunya” Kesaksian Abu Hasan..

    Agenda Terdekat

    Trik menjadi seorang penulis adalah menulis, lalu menulis dan terus menulis.

    Galeri Pelatihan

    Ahlan wa Sahlan

    0 0 8 5 5 9
    Total views : 16807
    Salam Silaturahmi