Al-Qur'an adalah kitab suci yang nilai-nilai ajarannya terus relevan sepanjang zaman. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayatnya dapat mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, politik, budaya, dan keilmuan. Salah satu contoh konkret dari.." />Al-Qur'an adalah kitab suci yang nilai-nilai ajarannya terus relevan sepanjang zaman. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayatnya dapat mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, politik, budaya, dan keilmuan. Salah satu contoh konkret dari.." />Al-Qur'an adalah kitab suci yang nilai-nilai ajarannya terus relevan sepanjang zaman. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayatnya dapat mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, politik, budaya, dan keilmuan. Salah satu contoh konkret dari.." />TEMA SOSIAL KEMASYARAKATAN DALAM TAFSIR AL-QUR’AN KEMENTERIAN AGAMA – Literasi untuk Bertumbuh
Info Terkini
Rabu, 22 Apr 2026
  • Website berisi tulisan-tulisan Agus S. Saefullah beserta para penulis lainnya
10 April 2026

TEMA SOSIAL KEMASYARAKATAN DALAM TAFSIR AL-QUR’AN KEMENTERIAN AGAMA

Jumat, 10 April 2026 Kategori :

Rp100.000

Judul : TEMA SOSIAL KEMASYARAKATAN DALAM TAFSIR AL-QUR’AN KEMENTERIAN AGAMA
Penulis: Nurul Fadilah Fauziah, S.Ag.
ISBN : Dalam Antrian
Tahun Terbit: 2026
Cetakan: Pertama
Isi: Bookpaper 214 halaman
Cover: Softcover
Penerbit: CV. Rumah Literasi Publishing

Sinopsis Buku:

Al-Qur’an adalah kitab suci yang nilai-nilai ajarannya terus relevan sepanjang zaman. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayatnya dapat mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, politik, budaya, dan keilmuan. Salah satu contoh konkret dari perubahan penafsiran dalam tiga dekade sejak tahap ide hingga revisinya tersebut dapat dilihat dalam dua edisi tafsir resmi negara, yakni Al-Qur’an dan Tafsirnya edisi pertama (1984) yang disusun oleh Departemen Agama dan edisi yang disempurnakan (2011) oleh Kementerian Agama. Keduanya memuat tema-tema sosial kemasyarakatan karena memiliki kecenderungan yang tampak pada aspek Adabi Ijtima’i, yang menggambarkan respons tafsir terhadap konteks zamannya. Oleh karena itu, penting untuk menelaah bagaimana perbedaan pendekatan, corak, dan fokus tematik dalam penafsiran sosial kemasyarakatan antara kedua edisi tersebut.

Buku ini menunjukkan bahwa tema sosial kemasyarakatan dalam tafsir edisi 1984 cenderung bersifat normatif-tekstual, sejalan dengan suasana sosial-politik Orde Baru yang menekankan stabilitas, harmoni, dan pengendalian terhadap isu-isu sensitif. Sementara itu, edisi 2011 menunjukkan respons yang lebih kontekstual dan inklusif terhadap dinamika masyarakat modern, dengan pendekatan sosiologis, historis, dan lebih terbuka terhadap isu-isu kontemporer.

Hal ini menunjukkan bahwa tafsir kementerian agama berkembang seiring perubahan sosial dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kedua edisi tafsir ini tidak hanya mencerminkan pemahaman keagamaan semata, tetapi juga merupakan produk dari dinamika sosial-politik yang melingkupinya.

Stok 100

Kategori:

Tulisan Lainnya

BUKU-BUKU

TULISAN AGUS S. SAEFULLAH
DAN KAWAN-KAWAN

Diterbitkan :
Hafidz Qur’an 4,5 tahun
“Tabarak seorang anak yang lahir pada tanggal 22 Februari 2003 dinyatakan lulus oleh penguji dari..
Diterbitkan :
Ulama Gila Baca
“Imam Nawawi dalam sehari mampu membaca 12 buku pelajaran di hadapan guru-gurunya” Kesaksian Abu Hasan..

    Agenda Terdekat

    Trik menjadi seorang penulis adalah menulis, lalu menulis dan terus menulis.

    Galeri Pelatihan

    Salam Silaturahmi