Al-Qur'an adalah kitab suci yang nilai-nilai ajarannya terus relevan sepanjang zaman. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayatnya dapat mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, politik, budaya, dan keilmuan. Salah satu contoh konkret dari.." />Al-Qur'an adalah kitab suci yang nilai-nilai ajarannya terus relevan sepanjang zaman. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayatnya dapat mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, politik, budaya, dan keilmuan. Salah satu contoh konkret dari.." />Al-Qur'an adalah kitab suci yang nilai-nilai ajarannya terus relevan sepanjang zaman. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayatnya dapat mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, politik, budaya, dan keilmuan. Salah satu contoh konkret dari.." />
Rp100.000
Judul : TEMA SOSIAL KEMASYARAKATAN DALAM TAFSIR AL-QUR’AN KEMENTERIAN AGAMA
Penulis: Nurul Fadilah Fauziah, S.Ag.
ISBN : Dalam Antrian
Tahun Terbit: 2026
Cetakan: Pertama
Isi: Bookpaper 214 halaman
Cover: Softcover
Penerbit: CV. Rumah Literasi Publishing
Sinopsis Buku:
Al-Qur’an adalah kitab suci yang nilai-nilai ajarannya terus relevan sepanjang zaman. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayatnya dapat mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, politik, budaya, dan keilmuan. Salah satu contoh konkret dari perubahan penafsiran dalam tiga dekade sejak tahap ide hingga revisinya tersebut dapat dilihat dalam dua edisi tafsir resmi negara, yakni Al-Qur’an dan Tafsirnya edisi pertama (1984) yang disusun oleh Departemen Agama dan edisi yang disempurnakan (2011) oleh Kementerian Agama. Keduanya memuat tema-tema sosial kemasyarakatan karena memiliki kecenderungan yang tampak pada aspek Adabi Ijtima’i, yang menggambarkan respons tafsir terhadap konteks zamannya. Oleh karena itu, penting untuk menelaah bagaimana perbedaan pendekatan, corak, dan fokus tematik dalam penafsiran sosial kemasyarakatan antara kedua edisi tersebut.
Buku ini menunjukkan bahwa tema sosial kemasyarakatan dalam tafsir edisi 1984 cenderung bersifat normatif-tekstual, sejalan dengan suasana sosial-politik Orde Baru yang menekankan stabilitas, harmoni, dan pengendalian terhadap isu-isu sensitif. Sementara itu, edisi 2011 menunjukkan respons yang lebih kontekstual dan inklusif terhadap dinamika masyarakat modern, dengan pendekatan sosiologis, historis, dan lebih terbuka terhadap isu-isu kontemporer.
Hal ini menunjukkan bahwa tafsir kementerian agama berkembang seiring perubahan sosial dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kedua edisi tafsir ini tidak hanya mencerminkan pemahaman keagamaan semata, tetapi juga merupakan produk dari dinamika sosial-politik yang melingkupinya.
Stok 100